0%

23 AUGUST 2026 · 00:00

Happy Birthday,
Sherly.

Aku ngga mau bikin ucapan yang terlalu panjang di awal.

Aku cuma pengen kamu lihat sedikit cerita tentang kita, dari awal sampai malam ini.

Selamat ulang tahun, sayang.

CHAPTER 01

Before We Became Us

Aku mulai mengenal kamu sejak akhir tahun 2024.

Waktu itu kita belum dekat, dan ada keadaan yang memang harus aku hormati.

Jadi aku memilih untuk ngga memaksakan apa pun.

Setelah akhirnya kita mulai dekat, aku baru benar-benar mengenal kamu.

Kamu mandiri, ceria, lucu, perhatian, dan kadang keras kepala juga.

Tapi dari semua sifat itu, aku justru semakin nyaman sama kamu.

Sampai akhirnya tanggal 1 April 2026, kita resmi jadian.

Sejak hari itu, kamu pelan-pelan jadi orang yang paling sering aku cari dan paling banyak tahu tentang keseharian aku.

Dan dari situlah cerita kita benar-benar dimulai.

CHAPTER 02

Learning To Stay

Hubungan kita ternyata ngga langsung berjalan dengan mudah.

Saat kamu magang dari April sampai Juni, kita hampir ribut setiap hari.

Banyak hal kecil gampang berubah jadi salah paham.

Aku sering overthinking, gampang cemburu, dan kadang terlalu terbawa emosi.

Ada beberapa kali kamu merasa capek dan memilih untuk menyerah.

Waktu kamu menjalani KKN, kita juga masih beberapa kali menghadapi hal yang sama.

Masih ada salah paham, masih ada emosi, dan masih ada saat hubungan ini terasa berat.

Aku sadar banyak sikapku waktu itu justru membuat keadaan jadi semakin sulit.

Tapi dari sana aku mulai belajar bagaimana caranya tetap bertahan tanpa harus selalu merasa benar.

Karena setelah semua emosi reda, pada akhirnya kita tetap bicara lagi.

Tetap mencoba lagi.

Dan sampai sekarang, aku bersyukur kita masih ada di sini.

CHAPTER 03

Always Connected

Di balik semua ribut kita, ada satu kebiasaan yang hampir ngga pernah berubah.

Kita hampir selalu video call.

Lagi makan, lagi kerja, lagi rebahan, bahkan waktu sama-sama sibuk, panggilannya tetap nyala.

Sampai AirPods aku hampir selalu terpasang.

Bukan karena lagi dengar musik, tapi karena lebih sering dipakai buat dengar suara kamu.

Kadang kita ngobrol terus.

Kadang kita cuma diam sambil melakukan kegiatan masing-masing.

Tapi diam seperti itu tetap terasa nyaman.

Jam tidur kita juga berbeda.

Kamu biasanya tidur malam, sementara aku masih bekerja.

Jadi waktu kamu mulai ngantuk, panggilan tetap nyala, kamu tidur, dan aku lanjut kerja.

Sesekali aku lihat ke layar buat lihat kamu sudah tidur dengan tenang.

Kadang dari AirPods aku masih dengar napas kamu pelan.

Sederhana, tapi selalu bikin aku merasa lebih tenang.

Mungkin buat orang lain itu cuma panggilan biasa.

Tapi buat aku, itu salah satu cara kita tetap dekat walaupun sebenarnya jauh.

Keseharian kami lewat video call

CHAPTER 04

The Place I Call Home

Tanpa aku sadari, kamu jadi orang yang selalu aku cari saat ada apa pun.

Kalau kerjaan lagi berat, aku cerita ke kamu.

Kalau ada sesuatu yang bikin senang, aku juga pengen cerita ke kamu dulu.

Sama kamu aku bisa ngeluh, bisa capek, bisa manja, dan ngga harus selalu terlihat kuat.

Mungkin itu juga alasan kenapa aku kadang terlalu takut kehilangan kamu.

Aku tahu aku sering overthinking, gampang cemburu, dan terlalu banyak bertanya.

Aku tahu juga itu kadang bikin kamu capek.

Apalagi kalau kita lagi ribut dan kamu matiin video call.

Biasanya aku langsung panik, telepon lagi, chat lagi, sampai akhirnya kamu merespons.

Aku sadar caraku ngga selalu benar.

Aku masih belajar buat lebih tenang, lebih percaya, dan ngasih kamu ruang saat memang dibutuhkan.

Aku juga minta maaf untuk semua sikap, emosi, atau perkataanku yang pernah bikin kamu sakit hati.

Karena buat aku, kamu bukan cuma pasangan.

Kamu juga tempat aku cerita, tempat aku ngeluh, tempat aku manja, dan orang yang selalu pengen aku cari setelah hari yang panjang.

CHAPTER 05

When We Finally Met

Tanggal 19 Agustus 2026, akhirnya kita bertemu langsung untuk pertama kalinya di Kuala Lumpur.

Setelah berbulan-bulan terbiasa lihat kamu dari layar dan dengar suara kamu lewat AirPods, rasanya tetap berbeda saat kamu benar-benar ada di depan aku.

Jujur, sebelum ketemu aku sempat gugup.

Kita sudah dekat banget lewat video call, tapi tetap aja aku mikir nanti bakal canggung atau ngga.

Tapi setelah akhirnya ketemu, yang paling aku rasakan cuma senang.

Dari tanggal 19 sampai malam ini, akhirnya kita bisa menikmati waktu tanpa harus melihat satu sama lain dari layar.

Bisa jalan bareng, makan bareng, ngobrol langsung, atau cuma ada di dekat kamu sudah cukup berarti.

Yang biasanya aku dengar lewat AirPods, sekarang bisa aku dengar langsung.

Yang biasanya aku lihat dari layar HP, sekarang benar-benar ada di dekat aku.

Dan mulai sekarang, Kuala Lumpur pasti punya arti yang berbeda buat aku.

Karena di sinilah kita akhirnya bertemu untuk pertama kalinya.

Pertemuan pertama kami di Kuala Lumpur

CHAPTER 06

A Note For You

23 August 2026 00:00

Dear Sherly,

Happy birthday, sayang.

Aku senang tahun ini bisa mengucapkannya sambil benar-benar ada di dekat kamu.

Setelah semua yang kita lewati, aku sadar hubungan kita memang ngga selalu gampang.

Kita pernah sering ribut, pernah sama-sama capek, pernah salah paham, bahkan pernah ada di titik rasanya lebih mudah menyerah.

Tapi sampai malam ini, kita masih ada di sini.

Terima kasih karena sudah jadi orang yang selalu dengar cerita aku, keluhan aku, dan sisi manjaku yang mungkin ngga semua orang lihat.

Terima kasih juga karena selama ini masih mau menenangkan aku saat pikiranku terlalu jauh.

Aku minta maaf untuk semua sikap, emosi, dan perkataan aku yang pernah bikin kamu capek atau sakit hati.

Aku masih belajar buat jadi lebih tenang, lebih percaya, dan lebih baik dalam menjaga perasaan kamu.

Di umur kamu yang baru, aku berharap kamu selalu sehat, bahagia, dan semua yang sedang kamu perjuangkan bisa berjalan dengan baik.

Tetap jadi Sherly yang mandiri, ceria, lucu, perhatian, dan kadang keras kepala seperti yang aku kenal.

Buat hubungan kita, aku ngga berharap semuanya selalu sempurna.

Aku cuma berharap kita terus belajar memahami satu sama lain dan tetap mau memperbaiki apa yang masih kurang.

Selamat ulang tahun, sayang.

Aku sayang kamu. ❤️

With love,
Me.

CHAPTER 07

After Tonight

Beberapa jam lagi, kita akan meninggalkan Kuala Lumpur dan pulang bareng ke Medan.

Dan aku senang karena waktu kita bareng belum langsung selesai di sini.

Aku masih akan stay delapan hari di Medan.

Setelah selama ini kebanyakan waktu kita lewat video call, aku pengen menikmati delapan hari itu dengan santai.

Ngga harus selalu pergi atau melakukan sesuatu yang besar.

Bisa makan bareng, ngobrol langsung, jalan, atau cuma ada di dekat kamu sudah cukup buat aku.

Setelah itu, aku harus kembali bekerja di perantauan.

Dan kemungkinan besar kita akan kembali ke kebiasaan lama.

Aku dengan AirPods aku, kamu di ujung layar, dan kita kembali menjalani hari dari tempat yang berbeda.

Bedanya, sekarang aku sudah tahu bagaimana rasanya benar-benar ada di dekat kamu.

Jadi kalau nanti rindu, setidaknya kita punya lebih banyak kenangan untuk diingat.

Aku berharap kita terus belajar, semakin dewasa, dan ngga gampang menyerah hanya karena sedang ada masalah.

Selama kita masih sama-sama mau, aku akan terus berusaha menjaga apa yang kita punya.

Hari-hari berikutnya

OUR MEMORIES

A Few Moments
Worth Keeping.

Dari yang awalnya cuma lewat layar, akhirnya kita punya cerita yang benar-benar kita jalani di tempat yang sama.

Kenangan kami
Kenangan kami
Kenangan kami
Kenangan kami
Kenangan kami
Kenangan kami

23 AUGUST 2026

Happy Birthday,
Sherly.

Terima kasih sudah hadir di hidup aku.

Semoga umur yang baru membawa lebih banyak hal baik untuk kamu.

Dan semoga setelah ini, masih ada banyak cerita yang bisa kita jalani bersama.

I love you.